Selamat Datang ,Dan Selamat Membaca, Enjoyy :)

Sunday, 3 November 2013

The Witcher 3 Versi PC Dipastikan Hadir Tanpa DRM


the witcher 3 wild hunt gamescom 20134

DRM, tiga huruf yang satu ini memang menjadi mimpi buruk tersendiri bagi para gamer. Fitur yang dihadirkan sebagai mekanisme anti-bajakan ini memang justru menghasilkan efek yang kontra produktif. Terbukti tidak efektif menghalangi pembajakan dengan rilis baru yang terus berhasil dibobol oleh para peretas, DRM justru mencegah para pemegang game original untuk menikmati produk mereka secara optimal. Sayangnya, fakta ini ternyata tidak menghalangi keinginan banyak publisher untuk terus menerapkan kebijakan yang satu ini. Untungnya, Anda tidak akan bertemu dengan masalah menyebalkan ini di The Witcher 3: Wild Hunt.

Proyek next-gen yang berhasil meraih penghargaan dari sebagian besar event besar gaming selama 2013 ini tampaknya sangat menyadari apa yang dibutuhkan oleh gamer. CD Projekt secara resmi mengkonfirmasikan bahwa The Witcher 3: Wild Hunt versi PC tidak akan hadir dengan mekanisme DRM sama sekali. Ini berarti Anda dimungkinkan untuk membeli versi fisik The Witcher 3 dan memainkannya secara langsung tanpa perlu terhubung dengan koneksi internet sama sekali. Hal ini juga memungkinkan game next-gen ini untuk dimainkan di seluruh dunia tanpa halangan apapun. Kecuali Anda memang memilih untuk membelinya via Steam.

CD Projekt memastikan bahwa proyek next-gen terbaru mereka - The Witcher 3: Wild Hunt tidak akan mengusung mekanisme DRM sama sekali.
CD Projekt memastikan bahwa proyek next-gen terbaru mereka – The Witcher 3: Wild Hunt tidak akan mengusung mekanisme DRM sama sekali.

The Witcher 3: Wild Hunt sendiri akan meluncur untuk Playstation 4, Xbox One, dan PC pada tahun 2014 mendatang, walaupun masih memiliki belum tanggal rilis yang pasti. Good guy, CD Projekt!

Starbucks Luncurkan Layanan ‘Tweet A Coffee’

Starbux (1)

Minum kopi memang paling menyenangkan jika bersama dengan teman-teman. Namun jika Anda tak mungkin melakukan kegiatan tersebut secara nyata, Anda bisa mengirimkan kopi virtual ke teman-teman dalam bentuk tweet di Twitter. Gerai kopi terkemuka, Starbucks, meluncurkan sebuah layanan terbaru. Bukan merupakan layanan secara fisik, namun sebuah aplikasi yang memungkinkan pelanggannya mengirim secangkir kopi kepada temannya melalui tweet. Dengan layanan ini, dengan mudah, cepat dan menyenangkan pelanggan Starbucks bisa mengirim kartu hadiah senilai $5 berupa secangkir kopi ke teman, blogger favorit, follower setia, hingga guru yoga dan mengajak mereka minum kopi bersama meskipun secara virtual.

Layanan bernama Tweet A Coffee ini memungkinkan Anda mengirim kopi senilai $5 dengan cara memberikan mention @tweetacoffee dalam tweet Anda. Tentunya Anda harus melakukan sinkronisasi akun Starbucks ke Twitter dan menghubungkannya ke akun kartu kredit Anda. Dalam promosinya, jika Anda adalah salah satu dari 100 ribu pelanggan pertama yang mengirim tweet-a-coffee hingga tangga 6 November mendatang dengan menggunakan kartu kredit Visa, maka Anda akan mendapat Starbucks Card eGift senilai $5. Dalam pernyataannya, Starbucks menyatakan bahwa Tweet-a-coffee merupakan cara baru untuk mengirimkan Starbucks Card eGift senilai $5 melalui Twitter kepada teman-teman Anda dan para follower. Namun untuk sementara versi beta Tweet A Coffee yang diluncurkan ini baru bisa dimanfaatkan pelanggan Starbucks di Amerika Serikat.

Tweet-A-Coffee

Sebelumnya pada tahun 2011 Starbucks pernah meluncurkan layanan serupa namun bisa dilakukan melalui fanspage Facebook Starbucks yang memiliki fans lebih dari 35 juta user. Di Twitter sendiri, Starbucks memiliki follower yang jauh lebih sedikit, yakni sekitar 5 juta user. Namun seperti diungkap Adam Brotman, chief digital officer Starbucks, bagi Starbucks kedua platform tersebut saling melengkapi. Brotman menyatakan bahwa kekuatan Twitter adalah kenyamanan sebagai platform mobile dan kemampuannya untuk menjembatani dunia online dan offline.

Publisher GTA V: Kami Punya Sekitar 10 Game Next-Gen!


Bioshock Infinite - PART 2 (49)

Industri game memang tengah menghadapi masa-masa yang tidak stabil, terutama bagi para publisher dan developer. Dengan pemikiran gamer yang kian kritis, tidak sedikit developer dan publisher yang akhirnya harus gulung tikar karena tidak mampu menjual produk andalan mereka kepada gamer sebagai calon konsumen utama. DI sisi lain, laporan keuangan negatif juga terus meluncur dari pada pemain besar di layar belakang industri ini. Namun anehnya, ada satu perusahaan yang justru hadir dengan pencapaian yang bertolak belakang dengan fenomena ini. Keuangan positif terus ditorehkan oleh Take-Two.

Tidak terlena untuk mengikuti gaya rilis tahunan ala publisher lain, Take Two yang menggawangi begitu banyak franchise game besar sekelas: Bioshock Infinite, Borderlands, GTA V, dan NBA 2K memang menjadikan kualitas sebagai tolok ukur utama. Hal ini membawa perusahaan ini terus mendulang nilai positif di sisi keuangan. Lantas apa yang mereka mereka persiapkan untuk persaingan next-gen di masa depan? Lewat mulus sang CEO – Strauss Zelnick, Take Two mengkonfirmasikan bahwa mereka sudah menyiapkan lebih dari 10 judul game next-gen saat ini. Dua di antaranya merupakan Evolve – IP yang mereka dapatkan dari THQ dan sebuah proyek baru dari Rod Fergusson. Belum ada detail lebih pasti tentang 8 proyek lainnya.

Take-Two, publisher yang menggawangi begitu banyak franchise game besar sekelas Bioshock Infinite dan GTA V menyatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 10 game next-gen di tangan saat ini.
Take-Two, publisher yang menggawangi begitu banyak franchise game besar sekelas Bioshock Infinite dan GTA V menyatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 10 game next-gen di tangan saat ini.

Dengan begitu banyak proyek yang masih berada di tangan Take-Two, akan menjadi hal yang menarik untuk melihat game-game next gen seperti yang dipersiapkan developer sekelas Irrational Games dan tentu saja Rockstar di masa depan. Hope they revive some classic franchise!

Friday, 1 November 2013

Lampu Jalan di New York akan Diganti dengan LED

Walikota New York, Michael Bloomberg dan Komisaris Transportsi Amerika Serikat mengumumkan, 250 ribu unit lampu penerangan jalan konvensional di sepanjang jalanan kota New York akan diganti dengan lampu yang lebih hemat energi, light-emitting diode (LED) pada 2017 mendatang. Langkah ini merupakan program jangka panjang walikota guna mengurangi emisi gas rumah kaca dari gedung perkantoran pemerintah sebesar 30 persen.

LEd 2

“Dengan sekitar seperempat juta jalan di kota kami, perbaruan ke lampu energi yang lebih efisien merupakan prestasi besar dan diperlukan. Ini juga akan menghemat pembayar pajak hingga jutaan dolar. Kita bergerak lebih dekat untuk mencapai tujuan keberlanjutan ambisisus kita dan membantu kita untuk terus mengurangi biaya sehari-hari pemerintah kota,” kata Walikota Bloomberg, seperti dikutip dari website pribadinya.
Tidak seperti lampu jalan konvensional biasa, lampu LED ini bisa tetap awet selama 20 tahun. Sementara lampu biasa hanya bisa bertahan selama enam tahun saja. Proyek ini diharapkan dapat menghemat biaya pemeliharaan lampu mencapai 14 juta dolar per tahun dan 248 ribu kw/jam dalam setahun. Proyek ini pun diperkirakan akan menelan biaya mencapai US$ 100 juta.

Dengan adanya konversi ini, New York menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang jalan rayanya diterangi oleh teknologi LED. Ini bisa menjadi sinyal bagi 12.700 kota lainnya di AS untuk mengikuti jejak New York dan dapat menghemat energi tahunan mencapai 81 persen.

“Menggunakan LED untuk penerangan jalan merupakan lebih dari sekedar ide cemerlang. Itu suatu keharusan bagi kota berkelanjutan untuk beroperasi lebih efisien dan memberikan cahaya yang lebih baik untuk New York. Mulai dari taman, jembatan, jalan biasa, dan jalan raya,” kata Bloomberg yang telah menjabat sebagai Walikota New York sejak 2002 itu.

Truk Berisi LG G2 Curian Sudah Ditemukan

Sabtu pekan lalu dikabarkan bahwa sebuah truk bermuatan 22.500 unit LG G2 yang sedang dalam perjalanan menuju Louisville, Kentucky untuk dipasarkan oleh operator Sprint dicuri saat sopir truk tersebut berisitirahat sejenak di daerah Gary, Indiana. Dan menurut kabar terbaru, pada hari Senin disebutkan bahwa truk tersebut sudah ditemukan, bersama dengan sang pencuri dan seluruh muatannya.

LGG2

Polisi dan FBI telah dikerahkan untuk melacak keberadaan truk yang jika ditotal isinya bernilai lebih dari $12 juta, atau $4.5 juta jika menggunakan kontrak dua tahun dengan operator, yang langsung lenyap bagai ditelan bumi setelah pencurian. Dalam berita tentang penemuan tersebut disebutkan bahwa truk dicuri oleh seorang pria 40 tahun bernama Juan Perez Gonzales. Pria tersebut secara tidak sengaja menabrak tiang listrik di Metro Louisville sehingga akhirnya diketahui oleh polisi negara bagian Kentucky bahwa truk yang dibawanya adalah truk yang berisi LG G2 yang dicuri dari Gary, Indiana. Semua muatan di dalamnya masih utuh dan tak berkurang satu pun meskipun Gonzales langsung melarikan diri dari TKP namun tidak sampai jauh sudah berhasil ditangkap.

Juan Perez Gonzalez

Menurut situs berita lokal WDRB, pencuri tersebut kini sudah dimasukkan ke penjara dan menghadapi dakwaan berlapis, yakni meninggalkan tempat kecelakaan, menerima barang hasil curian dan tentunya pencurian. Kepolisian Louisville Metro bersama FBI dan Biro Kejahatan Asuransi Nasional  masih mengembangkan kasus ini karena mereka yakin Gonzales masih memiliki kaki tangan atau paling tidak penadah barang hasil curiannya tersebut.