Selamat Datang ,Dan Selamat Membaca, Enjoyy :)
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Thursday, 24 October 2013

Mobil Amfibi James Bond Dibeli CEO Tesla Seharga $886K

Batu-baru ini beredar gosip bahwa bos Tesla Cars, Elon Musk, telah membeli mobil amfibi yang pernah digunakan dalam film James Bond ‘The Spy Who Loved Me’. Musk membeli mobil tersebut dalam sebuah acara lelang dan memenangkannya dengan harga yang cukup fantastis, yakni $886.000. Jika mobil tersebut berfungsi seperti yang digambarkan di film tersebut dimana dia bisa menyelam dan bisa beroperasi di darat dengan canggih, maka harga tersebut sangat sesuai. Namun mobil tersebut hanya sebuah properti sehingga Musk berniat untuk memodifikasinya sendiri dengan membenamkan tenaga motor listrik ke dalam mesinnya dan benar-benar membuatnya bisa berenang dan menyelam.

James-Bond-Submarine-Car1

Juru bicara Tesla Motors akhirnya membenarkan kabar bahwa CEO-nya telah membeli mobil properti tersebut dalam sebuah lelang yang dilaksanakan pada bulan September lalu. Sebelumnya dalam lelang tidak dijelaskan siapa pembeli mobil properti si Agen 007 dimana mobil tersebut aslinya adalah mobil sport model Lotus.  Dalam peryataannya, juru bicara Tesla juga menyebutkan bahwa Musk akan memodifikasi dan mengubah mobil tersebut sehingga benar-benar bisa secanggih seperti di film. Dalam pernyataan yang disertakan dari Elon Musk disebutkan tentang kekecewaan milyuner tersebut karena mengetahui bahwa mobil yang dibelinya itu tidak benar-benar bisa berubah menjadi mobil amfibi seperti di film. Dan langkah yang akan diambil Musk adalah mengupgrade mobil tersebut dengan mesin listrik Tesla dan mencoba membuatnya bisa benar-benar bertransformasi.

Mobil ini memang cukup antik dan menjadi ikon yang cukup populer setelah film ‘The Spy Who Loved ME’ sukses di pasaran. Dalam sebuah adegan di film tersebut, James Bond yang diperankan Roger Moore terlihat mengendarai Lotus Esprit putih dari dermaga dan langsung terjun ke dalam air. Setelah terendam, mobil turun ke bawah disertai tumbuhnya sirip dan baling-baling di bodinya. Moore ditampilkan mengendarai mobil tersebut dengan seorang penumpang yang diperankan oleh Barbara Bach, di dalam sebuah ruangan di mobil yang tetap kering. Mobil yang juga disebut amfibi basar tersebut digambarkan tetap akan dimasuki air saat tenggelam sehingga pengemudinya harus menggunakan baju renang dan bernafas dari sebuah tangki. Mobil tersebut tidak memiliki setir atau alat kontrol yang lain, atau juga dengan sebuah tuas. Sirip di luarnya sendiri tidak bisa dilepas melainkan permanen.

131018074821-james-bond-submarine-car-auction-620xa

Dalam sejarahnya sendiri, mobil pertama yang dibesut Tesla Motor merupakan mobil sport Lotus berseri Elise sehingga kemungkinan besar mereka sudah mengetahui seluk beluk tentang mobil Lotus dan bisa memodifikasinya dengan lebih mudah. Kita tunggu saja apakah Elon Musk bisa mengubah mobil yang menjadi ikon James Bond tersebut menjadi mobil amfibi yang sebenarnya dalam kehidupan nyata ini serta menghadirkan kemampuan seperti saat dikendarai Roger Moore dalam filmnya tersebut.

Saham Google Cetak Rekor Dalam Sejarahnya Sendiri

Google 2

Saham raksasa internet Google berhasil melonjak US$ 122,61 atau 14 persen menjadi US$ 1.011,41 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di bursa Amerika Serikat. Ini pertama kalinya dalam sejarah Google berdiri harga sahamnya menembus angka US$ 1.000.
Pencapaiannya ini terjadi setelah Google melaporkan pendapatannya yang hampir mendekati US$ 3 miliar untuk periode kuartal ketiga. Angka itu naik 36 persen dari tahun sebelumnya dan melebihi perkiraan dari para analis.

Pihaknya pun bisa dipastikan berhasil menciptakan keuntungan besar bagi para pemegang saham Google. Terlebih, nilai pasar Google telah melonjak sebesar US$ 40 miliar pada hari yang sama menjadi US$ 336 miliar dan jauh melebihi nilai pasar yang dimiliki saingan terdekatnya, yakni Yahoo senilai US$ 34 miliar.
Perusahaan tersebut juga didapuk menjadi perusahaan AS paling berharga ketiga setelah ExxonMobil yang memiliki nilai pasar US$ 385 miliar dan posisi pertama masih ditempati Apple sebesar US$ 462 miliar. Sebagai perbandingan, harga saham Apple sekitar US$ 508 dan Yahoo US$ 33.

google (1)

Saham Google sendiri sebenarnya telah meningkat lebih dari US$ 250 per lembar sejak awal tahun ini. Pertumbuhannya pun dibantu oleh sikap optimisme investor baru yang percaya, Google memiliki beberapa produk yang berhasil membuat suatu terobosan, seperi mobil otomotis non-supir, Google Glass, dan Google Fiber. Ini seolah bertolak belakang dari sikap skeptis analis yang sempat menyarankan, sebaiknya Google tidak terlalu fokus ke bisnis iklan karena pendapatannya dari biaya per klik semakin menurun.

Sementara itu, perusahaan lain yang harga sahamnya berada di atas US$ 1.000 yakni perusahaan investasi milik investor kawakan Warren Buffet, Berkshire Hathaway senilai US$ 175.400 dan menjadi perusahaan dengan harga saham paling tinggi di dunia. Lalu diikuti perusahaan transportasi laut, Seaboard sebesar US$ 2.828. Meskipun Bershire Hathaway meiliki harga saham yang fantastis, namun secara nilai pasar, Google tetap unggul US$ 47 miliar lebih besar.

Monday, 21 October 2013

Lenovo Masih “Galau” untuk Beli BlackBerry

Raksasa produsen perangkat teknologi, Lenovo dipandang sebagai calon yang paling cocok untuk mengambil alih BlackBerry. Namun pihaknya mengatakan, masih merasa ragu-ragu membuat kesepatan dengan BlackBerry karena dikhawatirkan, bakal terjadi pembekakan dana yang mesti dikeluarkan Lenovo.

Lenovo

Hal inipun diakui kepala keungan Lenovo, Wong Wai Ming, seperti dikutip dari Bloomberg. Ia mengatakan, Lenovo tidak ingin mengeluarkan dana fantastis untuk hanya sekedar membeli perusahaan yang berada di ambang kejatuhan. “Bahkan ketika ada kesempatan pun yang masuk ke kita untuk membelinya, itu tidak mungkin terjadi,” ujar Ming yang beberapa hari lalu, perusahaannya dilaporkan telah melakukan kesepakatan rahasia untuk bisa mempelajari data keuangan BlackBerry.

Pernyataan Ming mengenai keraguan Lenovo bukan berarti tanpa alasan yang kuat. Ini mengingat bisnis inti Lenovo, yakni PC tengah mengalami penurunan permintaan global. Guna mengantisipasi dampak buruk dari bisnis PC-nya, Lenovo masih ingin berfokus ke penjualan perangkat mobile serta peralatan penyimpanan dan server jaringan perusahaan. Bila seandainya akuisisi terjadi, kekhawatirannya adalah Lenovo mesti mengeluarkan dana tak sedikit untuk membangun ulang BlackBerry.

Sementara itu, Ken Hui, seorang analis di Jefferies yang berbasis di Hong Kong mengatakan, Lenovo memiliki pandangan yang cukup bijaksana terhadap pengakuisisian BlackBerry dan memang masih perlu berpikir ulang. “Mereka hanya ingin memastikan, jika bisnisnya akan merugi, maka ada rencana yang kuat untuk mengubah kerugian menjadi keuntungan dengan segera,” ujar Hui.

Lenovo sendiri sebenarnya berada di bawah tekanan investor agar segera melakukan akusisi perusahaan lain guna memperkuat ekosistem peruahaan di pasar smartphone. Beberapa waktu lalu juga, selain BlackBerry, Lenovo malah dikabarkan sedang mendekati HTC untuk melakukan joint venture atau usaha patungan.
“Lenovo perlu membuat kesepakatan pada tahun depan atau pertumbuhannya akan menderita pasca-2015. Semua orang menunggu Lenovo untuk melakukan sesuatu yang besar,” kata Stephen Yang, analis di Sun Hung Kai Financial di Hong Kong.

Per akhir Juni lalu, Lenovo sendiri memiliki cadangan kas sebanyak US$ 3,1 miliar. Menurut Ming, dana pembelian perusahaan besar bisa juga diperoleh melalui penerbitan ekuitas atau penjualan saham baru sehingga dapat memperoleh dana yang cukup besar. “Dari sudut pandang keuangan, itu tidak masalah. Tak ada halangan bagi kami,” imbuhnya.

Sunday, 20 October 2013

BlackBerry: Pelanggan Masih Tetap Dapat Andalkan Kami

Blackberry

Pembuat smartphone BlackBerry kini tengah berusaha meyakinkan pelanggan dan mitranya bahwa perusahaannya secara finansial masih stabil dan tetap hidup, meskipun saat ini dilaporkan banyak media sedang menghadapi sejumlah tantangan berat. Ini mengingat BlackBerry baru saja mengumumkan akan memotong 40 persen jumlah pegawainya, kerugian hampir US$ 1 miliar, dan dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan pihak lain untuk menjual perusahaan.

Perusahaan yang berbasis di Waterloo, Kanada itu menghimbau pelanggannya agar dapat mempercayai dan mengandalkan BlackBerry pada berbagai produknya. Pihaknya juga menyatakan akan menghadapi berbagai tantangan itu dan menuju perubahan yang lebih baik lagi. Pernyataan itu dilontarkan dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan di 30 surat kabar yang tersebar di sembilan negara, termasuk The Washington Post dan Wall Street Journal di Amerika Serikat serta The Globe and Mail dan National Post di Kanada.

“Kami ingin pelanggan tahu bahwa mereka dapat terus mengandalkan kami. Kami masih di sini. Kami memiliki uang tunai yang cukup besar di neraca kami dan kami juga tidak punya utang. Kami sedang merestrukturisasi basis kerugian kami dan ini merupakan transisi yang sangat menyakitkan, tapi itu akan membuat keuangan kami lebih kuat dan kami ingin memberi pesan langsung ke pelanggan kami,” kata Frank Boulben, direktur pemasaran BlackBerry dalam sebuah wawancara, dilansir Reuters.

Boulben menjelaskan, alasan surat terbuka itu dipublikasikan ke sejumlah media ternama karena belakangan ini, cukup sering berita keterpurukan BlackBerry menjadi headline utama di koran. Hal itu yang kemudian malah kian menimbulkan kebingunan bagi pelanggannya soal nasib dan dukungan BlackBerry.

“Siapa pun yang tertarik pada BlackBerry dapat memahami bahwa perusahaan memiiki produk dan layanan kelas dunia. Ini merupakan produk dan jasa yang dapat pelanggan terus andalkan,” klaim Boulben.

Olympus Dikabarkan Kesulitan Jualan Kamera Mirrorless

Olympus_01

Olympus selaku produsen kamera yang cukup ternama asal Jepang, tampaknya tengah putus asa untuk memulihkan citranya akibat skandal penipuan keuangan yang terjadi dua tahun silam. Waktu itu, Olympus dilaporkan telah menyembunyikan kerugian dengan memanipulasi hasil kinerja keuangan perusahaan selama puluhan tahun sejak era 1980-an. Ini dipandang sebagai salah satu penipuan keuangan terbesar yang pernah terjadi di negeri sakura itu.

“Hanya sedikit orang yang mau membuka dompet mereka untuk membeli kamera dari sebuah perusahaan yang telah dihantam oleh penipuan keuangan dan perbuatan jahat. Inilah Olympus,”

 kata seorang pejabat di salah satu perusahaan yang menjadi rival Olympus, dilansir harian Korea Times.
Menurut data dari periset pasar terkemuka, GfK, Sony mengendalikan 51 persen pasar kamera mirrorless di Jepang pada akhir Juni lalu, diikuti Samsung sebesar 34 persen. Sementara Olympus diperkirakan memiliki pangsa di bawah lima persen, bersaing ketat dengan Nikon dan Canon. Di pasar mirroless Jepang, Olympus berada di peringkat ketiga.

Haruo Ogawa, presiden perusahaan di divisi pencitraan mengakui, sektor kamera mirrorless Olympus masih berada di posisi “underdog” atau tidak diunggulkan dibanding produk vendor lain. Mereka sedang bersusah payah untuk mengembalikan citra perusahaannya dengan melakukan beberapa perbaikan, seperti anggaran lebih untuk pemasaran dan investasi serta menurunkan harga jajaran mirroless-nya.
Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat hubungannya dengan Sony sebagai pemegang saham terbesar Olympus. Untuk diketahui, Sony juga memasok sejumlah komponen kamera penting bagi Olympus, salah satunya sensor gambar.

Ogawa pun juga mengungkapkan, ada unit bisnis lain yang pertumbuhannya malah lebih baik dan menjadi penyokong Olympus tahun ini. “Bisnis peralatan medis (optik, mikroskop, termometer) kami membantu mengamankan lini usaha kami. Tetaapi tahun ini, bisnis kamera kami masih gagal untuk memperbaikinya. Kami mencoba untuk melakukan yang terbaik yang kami bisa,” ungkap Ogawa yang perusahaannya pada tahun lalu, menderita kerugian mencapai sekitar US$ 150 juta atau pascasetahun skandal penipuan laporan keuangan.

Sementara itu, salah seorang pejabat anonim di Olympus menyarankan perusahaannya agar dapat membangkitkan kembali semangat tim karyawan yang saat ini kurang berkembang. Menurutnya, itu jauh lebih baik ketimbang mesti menghabiskan dana fantastis untuk usaha yang terlalu berbelit-belit, memakan waktu lama, dan mendatangkan kerugian besar, seperti kamera mirrorless. “Daripada menghabiskan (dana dan waktu) di dalam bisnis yang tidak pasti, Olympus perlu mengembangkan bisnis medis,” ujar sumber tersebut.

Friday, 18 October 2013

Pendapatan 1.46 Milyar, AMD Kembali Untung

amd  logo
AMD hari Kamis kemarin mengumumkan laporan pendapatan mereka untuk kuartal ketiga 2013 sebanyak 1,46 milyar dollar AS, pemasukan operasional sebesar 96 juta dollar AS, dan pendapatan bersih sebesar 48 juta dollar AS. Kuartal ketiga ini menjadi titik di mana AMD kembali untung setelah sebelumnya mengalami hasil yang kurang baik. Hasil ini banyak mendapat bantuan dari penjualan GPU mereka serta lisensi prosesor mereka pada konsol game generasi terbaru, Xbox One dan Playstation 4.

“AMD kembali mendapatkan keuntungan dan menghasilkan cash flow pada kuartal ketiga ini saat kami mulai melanjutkan rencana transformasi strategis secara sukses yang telah kami siapkan tahun lalu,” ujar Rory Read, presiden dan CEO AMD. “Kami berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan sekuensial hingga 26 persen dari bisnis semi-custom kami dan kami tetap berkomitmen untuk menghasilkan pendapatan hingga 50 persen dari pasar pertumbuhan tinggi hingga dua waktu ke depan. Mengembangkan teknologi yang terdepan di industri tetap menjadi inti kami, dan kami sedang di tengah perjalanan bertahun untuk mendefinisikan ulang AMD sebagai pemimpin dalam pasar yang lebih beragam.”

Hasil baik ini dipicu oleh majunya segmen Graphics and Visual Solutions (GVS) AMD. Segmen ini termasuk di dalamnya Graphics Processing Units (GPUs), grafis pro, dan juga produk semi kustom dan pengembangan, serta royalti prosesor untuk konsol game, dalam hal ini Xbox One dan Playstation 4. Segmen GVS ini mengalami kenaikan 110 persen secara bertahap dan mengalami kenaikan 96 tahun lepas tahun, dipimpin umumnya oleh bisnis semi kustom mereka.

Maret 2014, Panasonic Berhenti Produksi TV Plasma

Raksasa pembuat barang elektronik asal Jepang, Panasonic, dilaporkan akan segera menghentikan produksi TV plasmanya mulai Maret tahun depan. Keputusan ini disinyalir kerena unit bisnis TV plasma terus membuat Panasonic rugi besar dalam beberapa tahun terakhir ini.

Panasonic 2

Pihaknya juga akan menutup pabrik TV plasma mereka di Amagasaki, Jepang dan berniat menjual kawasan pabrik tersebut pada tahun depan. Dengan ditutupnya pabrik TV plasma di wilayah barat Jepang itu, maka bisa dipastikan nilai aset Panasonic akan menurun drastis sebesar US$ 420 juta. Ini dilakukan Panasonic guna menutupi kerugian yang sudah terlampau besar. Nantinya, ratusan pegawai yang ada di pabrik akan direlokasikan ke unit bisnis Panasonic lainnya.

Menurut laporan Reuters, divisi TV Panasonic ini dianggap telah memberikan kontribusi utama bagi kerugian bisnis Panasonic keseluruhan yang mencapai US$ 15 miliar selama dua tahun terakhir ini. Pada laporan kuartal terakhir ini, bisnis TV tersebut mencatatkan kerugian operasional mencapai US$ 913 juta.
Ini juga yang terjadi dengan perusahaan elektronik lainnya, seperti Hitachi dan Pioneer yang sebelumnya telah menarik diri dari bisnis TV plasma. Tahun lalu saja, TV plasma secara keseluruhan vendor hanya menyumbang enam persen dari pengiriman TV global. Angka yang terpaut sangat jauh bila dibandingkan pangsa pasar TV LCD yang mencapai 87 persen.

Sementara itu, secara gabungan perusahaan TV se-Jepang, yakni Sony, Panasonic, dan Sharp hanya memiliki pangsa pasar TV layar datar kurang dari 20 persen. Berbeda dengan Samsung yang secara mandiri, memiliki pangsa 27,7 persen dan rival senegaranya, LG sebesar 15 persen.

Harus diakui juga, bisnis TV perusahaan Jepang saat ini tengah terjepit dengan penetrasi yang dilakukan perusahaan Korea Selatan, seperti Samsung dan LG. Terlebih, keduanya kian berlomba menawarkan berbagai jenis TV premium terbaru seperti SmartTV, TV OLED layar lengkung, TV Ultra High-Definition (UHD).

Thursday, 17 October 2013

Foxconn Siap Bangun Pabrik di Indonesia Tahun Depan

Sejak tahun lalu, raksasa pemanufaktur elektronik asal Taiwan, Foxconn telah menyatakan minatnya untuk membangun pabrik Indonesia. Namun memasuki 2013, rencana tersebut selalu tertunda direalisasikan karena mandeknya pembicaraan dengan pihak pemerintah dan kesulitan mencari mitra lokal.
Foxconn
Kini, dilansir dari Reuters, pihaknya mengatakan, kesepakatan dengan mitra lokal dan pemerintah akan selesai pada 2014 nanti. Sehingga, Foxconn yang juga salah satu pemasok terbesar Apple itu sudah bisa membangun pabriknya di tanah air mulai tahun depan nanti.
“2014 adalah ketika kami telah mendaftarkan perusahaan kami, ketika kami akan mendapat mitra dan ketika kami memiliki lokasi dan seluruh persiapan,” kata juru bicara Foxconn, Simon Hsing di acara KTT APEC yang dihelat di Bali, beberapa yang lalu.
Masih tahun lalu, Foxconn dikabarkan berniat menanamkan modalnya dalam bentuk pabrik perakitan senilai US$ 5 milyar hingga US$ 10 milyar. Itu untuk jangka waktu selama lima sampai 10 tahun ke depan. Rencananya juga, pabriknya tersebut akan dibangun di kawasan industri Cikande, banten seluas setengah hektare dengan target produksi mencapai 3 juta unit ponsel. Namun ini juga masih belum pasti.
Chairman Foxconn, Terry Gou menolak berkomentar mengenai berapa banyak dana yang akan diinvestasikan di Indonesia. Ia hanya mengatakan, ingin membangun lebih banyak lagi handset di negara yang memiliki penduduk sebanyak 250 juta jiwa ini. Terlebih, Indonesia berada di peringkat keempat, setelah Cina, AS, dan India sebagai pasar ponsel terbesar di dunia dengan pemakaiannya, lebih dari 100 juta unit pada tahun lalu.
Kehadiran pabrik perakitan Foxconn di Indonesia sendiri, diharapkan dapat membantu mengurangi biaya impor sejumlah ponsel, selain menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Pasalnya, pihak pemerintah berencana akan mengenakan pajak barang impor mewah terhadap ponsel yang memiliki harga jual terbilang mahal. Selain Apple, pihaknya juga menjalin kemitraan pasokan ke beberapa nama besar, seperti Amazon, Dell, HP, dan Acer.

Apple dan Intel Buka Lowongan Buat Pegawai BlackBerry

Bulan lalu, BlackBerry dilaporkan berencana memotong 40 persen jumlah karyawannya di seluruh dunia mencapai 4.500 orang dalam waktu dekat. Ini sebagai imbas dari kinerja perusahaan yang kian memburuk, meskipun karyawannya melakukan pekerjaan dengan baik. Pesaing BlackBerry, seperti Motorola, Apple, serta Intel malah melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan pegawai BlackBerry yang dipercaya, masih memiliki bakat di bidang teknologi.

BlackBerry 2

Sebelumnya, Motorola sudah berancang-ancang untuk menampung korban PHK BlackBerry untuk dipekerjakan di pabrik barunya yang berada di Waterlo, Kanada, wilayah yang juga menjadi basis BlackBerry selama ini. Lantas Apple pun tak ingin tinggal diam. Menurut laporan media Financial Post, Apple diam-diam telah menyelenggarakan perekrutan pegawai di suatu tempat yang hanya berjarak 20 kilometer dari kantor pusat BlackBerry.
Mengambil sebuah tempat di Cambridge Hotel and Conference Centre yang terletak di Cambridge, Ontario, pembuat iPhone tersebut mengundang para pemilik bakat teknologi lokal untuk bekerja di kantor pusat Apple di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Pembukaan lowongan kerja tersebut sudah berlansung sejak 26 September lalu.
Apple pun juga telah mengundang sejumlah karyawan BlackBerry tertentu melalui website profesional, LinkedIn. Meski demikian, lowongan kerja ini turut menarik minat warga Ontario dan wilayah lainnya yang tertarik mencari nafkah di Apple. Bahkan bila terpilih, Apple akan menjamin semua akomodasi kepindahaan calon terpilih ke Amerika Serikat. “Relokasi dan bantuan imigrasi akan diberikan kepada kandidat yang dipekerjakan, sesuai dengan kebutuhan,” tulis Apple dalam sebuah undangan melalui LinkedIn.
Selain Motorola, Apple bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang menggelar acara “open recruitment” seperti ini. Dua hari kemudian, tanggal 28 sampai 29 September di Holiday Inn Kitchener-Waterloo Hotel & Conference Centre di Kitchener, Ontario, Intel pun mengadakan ‘Walk in Interview’ kepada pegawai BlackBerry yang telah didundangnya melalui email.
“Kami ingin mengajak Anda untuk ‘melihat ke dalam’ Intel dan bertemu dangan beberapa karyawan kami yang menakjubkan dan berkesempatan melakukan wawancara untuk bergabung dengan tim kami,” tulis Intel dalam sebuah selebaran email yang ditujukan kepada pegawai BlackBery.
Senin pekan lalu, pihak manajemen BlackBerry juga telah mengkomfirmasi akan memberhentikan 300 karyawan yang ada di markas pusatnya. Ini salah satu rangkaian pemotongan 40 persen pegawai BlackBerry yang juga akan terjadi terhadap pegawainya yang tersebar di seluruh dunia. Sekedar informasi, menurut data per Maret lalu, BlackBerry masih memiliki sekitar 12.700 pegawai di seluruh dunia.

Tuesday, 15 October 2013

Founding Father BlackBerry Ingin Selamatkan Perusahaannya

Douglas Fregin & Mike Lazaridis
Douglas Fregin & Mike Lazaridis

Dua pendiri BlackBerry, Mike Lazaridis dan Douglas Fregin, dilaporkan sedang mempertimbangkan tawaran untuk membeli kembali seluruh saham (Buy Back) perusahaannya. Ini dilakukan mereka sebagai upaya menyelamatkan perusahaan yang telah didirikan sejak 1985 silam itu.

Dilansir Reuters, Lazaridis maupun Fregin bersama-sama memiiki sekitar 8 persen saham BlackBerry. Lazaridis menguasai 5,7 persen saham BlackBerry, sementara sisanya milik Fregin. Masih belum jelas, apakah keduanya berencana untuk bergabung atau punya alternatif lain guna memboyong semua saham Blackberry yang saat ini diperkirakan bernilai US$ 4,7 miliar.

Ini juga dilakukan kedua pendiri tersebut untuk mengandaskan penawaran yang sebelumnya dilakukan raksasa asuransi asal Kanada, Fairfax Finacial Holding, pimpinan pengusaha Pram Watsa. Fairfax sendiri memiliki 10 persen saham BlackBerry. Pihaknya pun berani melakukan penawaran hingga US$ 4,7 miliar dengan harga saham US$ 9 per lembar pada September lalu.

Ironinya, semenjak Fairfax melakukan penawaran yang terjadi adalah harga saham BlackBerry malah terus menurun. Ini menandakan sikap skeptisisme para investor bila BlackBerry dicaplok Fairfax. Namun uniknya, ketika berita dua pendiri tersebut ingin membeli perusahaannya mencuat, saham Blackberry malah berbalik positif. Saham perusahaan naik 1,1 persen menjadi US$ 8,20 di bursa Nasdaq pada penutupan perdagangan, Kamis kemarin (10/10).

Untuk diketahui, pada September lalu, Lazaridis dikabarkan sempat berbicara dengan dua raksasa ekuitas swasta, Blackstone Group dan Carlyle Group. Itu dilakukannya untuk mencari dukungan, mengambil alih BlackBerry. Akan tetapi, pengajuan penawaran membeli BlackBerry hanya bisa dilakukan, bila Lazaridis bergabung dengan Fregin, sesuai dengan dokumen Securities and Exchange Commission (SEC) yang ada.
Lazaridis dan Fregin, keduanya bersama-sama mendirikan Research in Motion (RIM), nama perusahaan sebeum berganti menjadi BlackBerry, pada Februari 1985 silam. Sewaktu awal pendirian, keduanya ingin RIM fokus ke bisnis elektronik dan ilmu komputer. Namun, memasuki awal abad ke 21, RIM mulai fokus ke bisnis handset dan layanan server email.

Lazaridis sendiri menjadi pendorong kekuatan di balik teknologi BlackBerry, sementara Fregin memainkan perannya yang lebih kecil dan tak terlalu disibukan dengan urusan internal perusahaan. Lazaridis didapuk menjadi co-CEO dan co-Chairman. Ia bekerja sama memimpin perusahaan dengan Jim Balsillie, seorang spesialis pemasaran yang telah lama bergabung sejak 1992 silam.  Namun memasuki awal 2012, posisi Laziridis dan Balsillie pun digantikan oleh Thorsten Heins sebagai CEO. Ini atas permintaan pemegang saham yang mulai meragukan kepemimpinan Blackberry di tangan Lazaridis. Sementara Balsillie memilih mengundurkan diri, seiring dengan prospek perusahaan yang kian memburuk.

Sepeninggalan Laziridis mengurus internal perusahaan, baru-baru ini diketahui, Ia mulai kembali bekerja sama dengan Fregin, membangun perusahaan investasi bernama Quantum Valley Investments. Fokus usaha tersebut ialah mendanai berbagai pengembangan teknologi fisika dan komputasi kuantum.

Sunday, 9 January 2011

Medco Menyayangkan Keputusan KPPU

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Medco Energi Internasional keberatan atas keputusan majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha terkait pemilihan calon mitra investasi pada proyek Donggi Senoro melalui beauty contest atau tender terbatas.

Perseroan dan PT Medco E & P Tomori Sulawesi (Medco Tomori), anak perusahaan perseroan, dikenai denda masing-masing Rp 5 miliar dan Rp 1 miliar. Perseroan dan anak perusahaannya itu dinilai melanggar Pasal 22 dan 23 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.

Menanggapi putusan itu, Kepala Sekretaris Korporat PT Medco Energi Internasional Cisca Alimin, dalam siaran pers, Jumat (7/1/2011), berkeyakinan bahwa dalam mencari calon mitra investasi, tidak ada peraturan perundang-undangan yang dilanggar.

Selain itu, prosedur pelaksanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan dalam pemilihan calon mitra investasi oleh perseroan dan Pertamina telah dilakukan sesuai praktik bisnis yang prudent, obyektif, etis, dan fair. Hal ini bertujuan memaksimalkan kepentingan perusahaan.

"Tidak ada persekongkolan untuk memenangkan salah satu calon mitra dengan memfasilitasi perolehan informasi rahasia calon mitra lain sehingga mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat," ujarnya.

"Sambil menunggu diterimanya petikan putusan tertulis dari KPPU, perseroan dan Medco Tomori tengah mempertimbangkan langkah-langkah dan upaya hukum yang akan ditempuh selanjutnya terkait putusan majelis KPPU tersebut," kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, keputusan majelis KPPU itu tidak membatalkan atau menghentikan kesepakatan bisnis yang telah berjalan selama ini.

Komisi itu juga merekomendasikan pemerintah untuk mendorong realisasi proyek Donggi Senoro tepat waktu. Dengan keputusan majelis KPPU ini tidak ada lagi hambatan bagi pelaksanaan proyek Donggi Senoro.

Oleh karena itu, perseroan dan Medco Tomori, bersama-sama dengan mitra kerja, bisa fokus mempercepat pelaksanaan proyek itu. Pengembangan proyek itu dijadwalkan akan selesai dan mulai mengirim gas alam cair (LNG) pertama pada kuartal keempat 2014.

Tarif KA Belum Layak Naik!

JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan tarif kereta api (KA) kelas ekonomi yang efektif mulai Sabtu (8/1/2011) langsung mendapat kritik. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menganggap kenaikan tarif KA belum layak.

Ketua Umum MTI Danang Parikesit mengatakan, alasan yang digunakan sebagai landasan untuk menaikkan tarif tersebut belum tepat. Selama ini belum ada kesepakatan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN mengenai penggunaan public services obligation (PSO).

PSO menjadi alasan utama KA menaikkan tarif, padahal para menteri itu harus ada persamaan persepsi dulu soal PSO. Pemerintah harus memberikan PSO berapa pun kebutuhannya karena ini adalah kewajiban pemerintah.

"Nah, kalau mereka belum sepakat, kok malah tarifnya naik. Masyarakat yang menjadi korbannya," kata Danang saat dihubungi di Jakarta, Jumat (7/1/2011).

Pemerintah seharusnya menyepakati besar PSO dahulu sehingga dana untuk layanan masyarakat itu bisa diberikan tanpa memberatkan rakyat.

Kenaikan HPP Gabah dan Beras Memicu Inflasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP), baik untuk gabah maupun beras, secara tidak langsung terbukti dapat memicu inflasi. Kenaikan harga beras melalui HPP tidak menjadi soal sepanjang dinikmati petani dan terjangkau masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, Jumat (7/1/2011), di sela-sela rapat koordinasi perekonomian membahas isu pangan di Kementerian Pertanian.

Rapat dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan diikuti Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Kepala BPS, Menteri Keuangan, dan Direktur Utama Perum Bulog. Saat ini pemerintah tengah merevisi Inpres No 7/2009 tentang Kebijakan Perberasan Nasional, yang di dalamnya memuat kebijakan HPP.

Hingga Jumat sore, pemerintah belum memutuskan apakah HPP gabah atau beras bakal naik atau tidak. Rusman menjelaskan, setiap kebijakan baru pemerintah yang diterbitkan dalam bentuk penetapan kenaikan HPP untuk gabah atau beras, secara tidak langsung, dapat mendorong kenaikan harga beras di pasar.

Dengan HPP naik, petani secara psikologis berharap menjual gabah atau beras dengan harga lebih tinggi. Pedagang membayar lebih mahal sehingga harga jual naik. Kenaikan harga memicu inflasi.

Meski begitu, Rusman mengatakan, naiknya harga beras melalui kenaikan HPP tidak menjadi soal sepanjang petani yang menikmati sebagian besar keuntungan dan sepanjang masyarakat bisa menjangkau kenaikan harga itu.

Berdasar pengamatan di lapangan, harga beras di pasar tahun 2010 mencapai Rp 6.500 per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp 7.000 per kilogram. Harga beras di pasar jauh melebihi HPP Rp 5.060 per kilogram. Naiknya harga beras akibat gangguan produksi dan spekulasi pasar mengingat stok beras Bulog tahun 2010 tipis. Padahal, stok merupakan modal utama stabilisasi harga.

BI: Inflasi Tak Akan Lebih dari 6 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia menilai inflasi inti tahun 2011 ini tidak akan lebih dari 5 persen plus minus 1. "Yang akan berpengaruh dengan inflasi inti adalah kenaikan ekspetasi inflasi. Itulah yang seharusnya dicermati," kata Perry Warjiyo, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter di Gedung Bank Indonesia, Jumat (7/1/2011).

Menurut Perry, pada tahun 2009-2010 inflasi bisa terkendali antara lain karena apresiasi rupiah walaupun saat ini telah terjadi kenaikan harga komoditas internasional dan domestik, tetapi belum bisa memengaruhi inflasi inti. Sekadar catatan, inflasi inti adalah hitungan inflasi yang mengeluarkan faktor harga energi dan makanan yang cenderung bergerak volatile.

Selain itu, dengan adanya kecenderungan capital inflow dan surplus neraca pembayaran, memang ada kecenderungan dari pasar bahwa rupiah menguat. Nah, Bank Sentral akan mencermati penguatan rupiah tersebut dengan dampaknya terhadap inflasi, ekspor-impor, dan pertumbuhan ekonomi.

"Kebijakan yang akan dilakukan dengan pengendalian stabilitas nilai tukar ialah melalui intervensi valas dan juga pengendalian capital inflow jangka pendek," kata Perry. Menurut Perry, Bank Sentral dan pemerintah akan terus melakukan koordinasi terutama untuk volatile foods agar tidak mengganggu ekspektasi inflasi yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi inti. (Kontan/Nina Dwiantika)

BM Komoditas Pangan Akan Dibebaskan

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akan membebaskan bea masuk (BM) impor komoditas pangan pokok yang dinilai memberi dampak terhadap kenaikan harga.

Hal itu dinyatakan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa seusai memimpin Retreat Pangan yang diikuti oleh sejumlah menteri terkait di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (7/1/2011).

"Semua bea masuk pangan pokok nantinya nol persen untuk kepentingan stabilisasi pangan pokok," kata Menko yang didampingi oleh Menteri Pertanian Suswono, Dirut Perum Bulog Sutarto Ali Moeso, dan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan.

Dalam Retreat yang berlangsung sekitar empat jam tersebut tampak hadir juga beberapa menteri, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, dan Deputi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Menyinggung jenis bahan pangan pokok yang akan mendapatkan pembebasan bea masuk Hatta menyebutkan antara lain beras, terigu, kedelai, dan pakan ternak, sedangkan gula tidak masuk di dalamnya. "Untuk terigu karena sudah menjadi bahan pangan pokok kedua setelah beras, sedangkan kedelai merupakan bahan baku industri tempe dan tahu," katanya, menanggapi alasan pemberian BM nol persen terhadap komoditas tersebut.

Sementara pakan pakan ternak, lanjutnya, karena berdampak pada usaha peternakan baik sapi maupun unggas serta perikanan.

Tentang alasan gula tidak masuk dalam pembebasan BM impor, menurut Menko, hal itu dimaksudkan untuk merangsang petani dalam negeri meningkatkan produksi tebu.

Hatta mengatakan, pada Senin pekan depan diharapkan semua komoditas pangan pokok yang akan diusulkan dalam pembebasan BM tersebut sudah masuk dari menteri terkait. "Kemudian pada Rabu akan ada pembahasan dan diharapkan pekan depan sudah efektif," katanya.

Tiga Kawasan Perikanan Jadi Prioritas Pengawasan 2011

Jakarta (ANTARA) - Tiga kawasan perairan yang selama ini dinilai kaya sumber daya perikanan akan menjadi prioritas pengawasan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2011.

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Syahrin Abdurrahman di Jakarta, Jumat, mengatakan, tiga kawasan perairan itu yakni Laut Arafuru, Laut Natuna, dan perairan sebelah utara Sulawesi.

"Ketiga perairan tersebut selama ini paling tinggi tingkat pencurian ikan oleh kapal asing karena kaya sumber daya ikan," katanya.

Menurut dia, Laut Arafuru kawasan Indonesia Timur merupakan wilayah perairan yang sangat strategis di dunia sehingga sering menjadi daerah migrasi bagi ikan dari belahan bumi utara maupun selatan.

Selain itu, kata dia, di kawasan itu juga subur dengan makanan bagi ikan, sehingga tidak salah jika di perairan setempat kaya sumber daya ikan.

Kondisi tersebut, kata Syahrin menjadikan negara-negara tetangga seperti Thailand, Taiwan, Philipina, Vietnam, Korea, Jepang maupun China banyak melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia khususnya di tiga kawasan tersebut.

"Oleh karena itu, pada 2011 tiga perairan tersebut akan menjadi prioritas pengawasan dari praktik `ilegal fishing` tanpa mengurangi pengawasan pada wilayah lain," katanya.

Salah satu upaya meningkatkan pengawasan di tiga perairan tersebut, terutama Laut Arafuru, menurut Dirjen PSDKP yakni dengan menempatkan satu pangkalan dan tempat pembuatan kapal.

Terkait dengan upaya menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan, pada 2011 Ditjen PSDKP akan meningkatkan peran serta masyarakat menjadi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) perikanan yang berbasis desa, dan untuk tahap awal target 27 desa sebagai percontohan.

Pada 2010, menurut dia sebanyak 1.419 kelompok masyarakat nelayan telah bergabung menjadi Kelompok Masyarakat Perikanan.

Ini Dia Rata-rata Gaji Pekerja IT di Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kenapa rata-rata gaji para pekerja teknologi informasi (IT) di Indonesia terendah dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, atau Filipina. Namun, hasil survei IT Salary Benchmark yang dilakukan ZDNet Asia dari September 2009 hingga November 2010 setidaknya bisa menjadi acuan.

Sudah layakkah gaji yang Anda terima sekarang? Apakah masih rata-rata, terlalu rendah, atau sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sesama pekerja IT lainnya? ZDNet Asia melaporkan hasil survei gaji rata-rata pekerja IT berdasarkan skill IT dan jenis pekerjaan sesuai pengalaman kerja dan jenis industrinya.

Survei dilakukan terhadap 1.269 pekerja IT di berbagai sektor dengan jenis pekerjaan dan kemampuan bermacam-macam. Di antara mereka, seorang pekerja yang menduduki jabatan IT management di industri media, marketing, dan sales menduduki posisi tertinggi dengan gaji rata-rata Rp 144,3 juta per tahun.

Jika dilihat dari pengalaman kerja dan skill, seorang konsultan IT yang berpengalaman lebih dari 10 tahun punya gaji rata-rata paling tinggi, yakni Rp 150 juta per tahun.

Berikut dua tabel hasil survei gaji rata-rata pekerja IT di Indonesia. Tabel lebih lengkap dapat dilihat di situs web ZDNet Asia.

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1-:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt;"Times New Roman"; mso-fareast-"Times New Roman";}

Average Annual Salary by IT Skills and Years of Experience (IDR)

IT Skills Years of Experience

Less than 5 years

5-10 years More than 10 years

Application Development

41,076,430 72,387,596 122,961,017 Desktops/Software 35,720,809 74,072,867 106,737,714 Operating Systems 37,270,661 66,445,100 99,637,087 Servers/Networking 36,320,145 69,316,628 103,453,108 Web Development 41,045,231 67,485,390 - Systems Administration

33,900,526 71,492,724 94,171,898 Database Management 36,974,578 63,845,642 96,427,356 Enterprise Applications 45,473,952 81,323,387 132,138,799 Consulting/Business Services

- - 150,089,767 IT Security 36,177,730 70,119,467 100,871,814 Infrastructure Management

43,940,123 74,762,226 107,727,611 Average Annual Salary by Job Function and Years of Experience (IDR)

Job Function Years of Experience

Less than 5 years

5-10 years More than 10 years

IT Management 58,820,000 107,015,640 147,184,571 Project Management 50,892,711 79,458,411 123,603,319 Systems Development 29,700,272 48,609,464 70,562,370 Communications 42,046,296 46,989,765 89,507,826 Support 28,949,753 49,980,270 55,341,901 Administration 38,411,585 59,533,839 54,903,806 Other IT Professionals

35,640,984 71,227,769 70,927,513 Overall 37,280,311 69,753,784 109,768,146