Beberapa waktu lalu, sebuah
perangkat dari EGO yang bernama Smart Beam hadir di lab. pengujian kami. Nama yang diusung oleh produk tersebut sempat membuat kami
bingung dan menerka-nerka, produk apakah sebenarnya Smart Beam ini?
Beberapa diantara kami menebak perangkat tersebut adalah sebuah produk
yang berhubungan dengan jaringan nirkabel dari kata “Beam” yang
disandangnya. Selain itu, ada juga yang menebak bahwa perangkat tersebut
adalah senjata laser seperti yang biasa digunakan di film atau game
bertema Sci-Fi. Namun, ternyata tebakan kami, terutama tebakan kedua,
salah.
Smart Beam adalah sebuah proyektor portabel yang berukuran sangat
kecil. Proyektor tersebut memiliki ukuran yang bahkan tidak sampai
seukuran telapak tangan seorang anak sekolah dasar! Walaupun begitu,
proyektor tersebut benar-benar berfungsi layaknya sebuah proyektor
standar dan bahkan memiliki speaker dan baterai internal! Lalu,
kemampuan seperti apa saja yang ditawarkan oleh proyektor Smart Beam
tersebut? Simak pembahasan kami dalam artikel berikut ini!
Paket Penjualan

EGO Smart Beam hadir dalam kemasan box sederhana dengan ukuran tidak
terlalu besar. Beberapa perlengkapan turut menemani unit Smart Beam
dalam paket penjualan yang dikemas dalam box tersebut, yaitu:
Kabel HDMI to Micro HDMI dan kabel MHL.
Quick Start Guide
Adapter daya
Silicon case
Dalam paket penjualan Smart Beam, tersedia pula sebuah silicon
softcase
yang dapat digunakan untuk melindungi unit proyektor tersebut. Satu hal
yang perlu diperhatikan, ketika memasang softcase tersebut, jangan
sampai sisi softcase menghalangi lubang-lubang ventilasi yang ada di
sekeliling unit Smart Beam.
EGO Smart Beam
Spesifikasi yang tertera di box paket penjualan.
Inilah Smart Beam, proyektor terkecil yang pernah singgah di lab.
pengujian kami! Selain ukurannya yang memang benar-benar kecil,
proyektor yang satu ini benar-benar terlihat sederhana sekali. Di
sekeliling unit proyektor ini hanya terdapat 2 port masing-masing untuk
daya dan input, 1 switch putar untuk fokus, dan 1 tombol on/off.
Port daya dan switch putar untuk fokus.
Tombol power dan port input.
Smart Beam hanya memiliki satu port input dengan jenis Micro HDMI.
Untuk mendukung penggunaan input Micro HDMI tersebut, dalam paket
penjualan Smart Beam, EGO menyertakan 2 buah kabel, yaitu HDMI to Micro
HDMI dan MHL to Micro HDMI, serta sebuah adapter 5 pin to 11 pin MHL.
Sayangnya, EGO tidak menyertakan kabel Micro HDMI to Micro HDMI ataupun
konverter HDMI to Micro HDMI yang dapat digunakan untuk mengadaptasi
penggunaan perangkat input yang hanya memiliki port Micro HDMI.
Untuk sumber daya, Smart Beam bisa dioperasikan dengan menggunakan
daya dari adapter yang tersedia di paket penjualan maupun daya dari
baterai internal. Adapter daya yang tersedia di paket penjualan
menggunakan konektor sejenis Micro USB untuk terhubung ke perangkat,
baik untuk menyalurkan daya yang digunakan untuk operasional perangkat
maupun untuk mengisi daya baterai internal.
Penggunaan
Untuk melihat kemampuan dari Smart Beam, kami mencoba menggunakan
perangkat tersebut di berbagai kondisi ruangan dengan 2 perangkat yang
digunakan sebagai sumber gambar, yaitu sebuah laptop berbasis sistem
operasi Windows 7 dan sebuah smartphone Android. Laptop yang kami
gunakan memiliki port HDMI, sehingga kami bisa langsung menggunakan
kabel HDMI to Micro HDMI yang disertakan untuk menghubungkan laptop ke
unit Smart Beam. Namun, untuk smartphone, karena smartphone yang kami
gunakan hanya memiliki port Micro HDMI, kami harus menggunakan adapter
HDMI to Micro HDMI tambahan yang tidak disertakan dalam paket penjualan
proyektor.
Ukuran kecil yang diusung Smart Beam membuat proyektor tersebut tidak
memiliki mekanisme pengoperasian yang rumit. Pengguna hanya perlu
menghidupkan perangkat, memasang input, dan mengarahkan proyektor ke
bidang proyeksi. Tidak diperlukan pengaturan apapun di proyektor, karena
memang proyektor ini tidak memiliki mekanisme pengaturan apapun
didalamnya.
Kami mencoba menggunakan Smart Beam untuk menampilkan berbagai jenis
visual ke bidang proyeksi dari kedua sumber gambar yang kami gunakan,
seperti desktop, foto, video, dan materi presentasi. Ketika menggunakan
smartphone, kami tidak mengalami kesulitan dalam menampilkan proyeksi
layar dengan menggunakan proyektor ini. Tampilan proyeksi akan langsung
menyesuaikan orientasi horizontal dari smartphone dan kami bisa memutar
video serta menampilkan foto dengan baik tanpa terasa adanya lag.
Proyeksi yang ditampilkan Smart Beam ketika kami mengujinya dengan menggunakan smartphone Android.
Kami juga mencoba untuk memutar video pada smartphone dan menampilkannya melalui proyektor ini.
Terakhir, kami juga mencoba menampilkan beberapa foto yang ada di dalam smartphone melalui Smart Beam.
Beralih ke sumber gambar dari laptop. Ketika pertama kali
menghubungkan Smart Beam ke laptop dengan kabel HDMI, laptop langsung
menyesuaikan tampilan dengan menjalankan kedua display, LCD laptop dan
proyektor, dalam mode “Duplicate”. Penasaran dengan resolusi maksimal
yang bisa dijalankan oleh Smart Beam, kami mencoba mengatur Screen
Resolution di Windows 7 dan mengatur kedua display untuk beroperasi
secara terpisah dalam mode Extended. Kami berhasil mendapatkan opsi
pengaturan resolusi 720 x 576 sebagai resolusi maksimal yang didukung
dan ternyata proyektor Smart Beam benar-benar bisa menampilkan resolusi
tersebut walaupun di spesifikasi resmi yang tertera di box perangkat
tersebut hanya mendukung resolusi tampilan hingga 640 x 480 saja.
Ketika
menghubungkan Smart Beam ke laptop dan menampilkan jendela browser,
kami merasa agak kurang nyaman dengan resolusi rendah yang dimiliki
proyektor ini.
Dari laptop, kami mencoba untuk menampilkan beberapa tampilan melalui
Smart Beam, seperti membuka website, menampilkan presentasi serta foto.
Tidak berbeda dengan ketika menggunakan smartphone, proyektor ini mampu
memberikan respon yang baik.
Selain visual, Smart Beam juga bisa menghasilkan suara karena telah
dilengkapi dengan speaker internal. Kualitas suara dari speaker tersebut
memang tidak terlalu tinggi, tetapi sudah cukup baik untuk menghasilkan
suara yang cukup nyaman didengar ketika kami mencobanya untuk memutar
sebuah film.
Pengujian Penggunaan di Berbagai Kondisi Pencahayaan
Setelah mendapatkan gambaran kemampuan proyektor Smart Beam dalam
menampilkan berbagai jenis visual, kami ingin mencoba mendapatkan
gambaran kemampuan proyektor tersebut untuk menampilkan proyeksi di
berbagai kondisi pencahayaan ruangan. Untuk melakukan hal tersebut, kami
mengoperasikan Smart Beam di ruang rapat kantor kami pada jarak yang
bisa menampilkan proyeksi yang dapat dilihat dengan nyaman dari seluruh
ruangan, kurang lebih 1.8 meter dari bidang proyeksi.
Tampilan proyeksi ketika ruangan berada dalam pencahayaan minimal.
Pencahayaan sedang.
Seluruh lampu di dalam ruangan dinyalakan.
Mengingat spesifikasi resmi dari proyektor tersebut hanya
mencantumkan tingkat kekuatan proyeksi sebesar 35 Lumens, kami tidak
terlalu terkejut ketika mendapati proyektor ini tidak mampu menghasilkan
tampilan proyeksi yang masih bisa dilihat ketika pencahayaan ruangan
diatur ke tingkat tertinggi, dimana semua lampu yang ada dalam ruangan
dinyalakan. Walaupun begitu, dengan ukurannya yang sangat kecil
tersebut, kami rasa hal itu bisa dimaklumi.
Pengujian Baterai
Salah satu daya tarik utama pada Smart Beam adalah baterai internal
yang telah terpasang di dalam perangkat tersebut. Baterai tersebut
memberikan kemampuan lebih bagi Smart Beam, dimana perangkat tersebut
bisa beroperasi dengan normal tanpa perlu terhubung ke sumber listrik
secara langsung.
Setelah melakukan percobaan memutar video tanpa menghidupkan suara
melalui sebuah smartphone yang terhubung ke Smart Beam, kami mendapatkan
daya tahan baterai rata-rata sepanjang 1 jam 55 menit. Daya tahan
baterai hasil pengujian kami tersebut hanya berbeda 5 menit dari daya
tahan baterai yang tertera di bagian spesifikasi perangkat di box.
Namun, perlu diingat, daya tahan baterai tersebut mungkin bisa saja
berkurang bila pengguna juga menggunakan Smart Beam untuk menghasilkan
output audio.
Konsumsi Daya
Ukuran kecil yang diusung proyektor Smart Beam ini berimbas juga pada
konsumsi daya dari perangkat tersebut. Ketika kami uji, perangkat
tersebut hanya membutuhkan daya sebesar 8 Watt ketika berada dalam
kondisi off dan mengisi daya baterai internal. Ketika berada dalam
kondisi on dan idle, perangkat tersebut membutuhkan daya sebesar 8.5
Watt. Konsumsi daya puncak yang kami catat berada di kisaran 9.5 Watt –
9.7 Watt ketika kami menggunakan perangkat tersebut untuk memutar video.
Kesimpulan
Terlepas dari ukuran kecilnya, Smart Beam bisa dikatakan memiliki
kemampuan yang cukup memadai untuk sebuah proyektor portabel. Baterai
internal yang ada didalamnya membuat perangkat yang satu ini benar-benar
bisa disebut sebagai proyektor portabel dan kemampuan yang diusungnya
pun mampu membuat perangkat yang satu ini menjadi teman yang
menyenangkan untuk menampilkan proyeksi di mana saja.
Perlu diingat, proyektor ini secara resmi hanya mendukung resolusi
hingga 640 x 480 saja. Walaupun dalam pengujian kami proyektor tersebut
mampu menampilkan gambar dengan resolusi lebih tinggi dari yang
disebutkan oleh produsen tersebut, resolusi tersebut masih jauh di bawah
standar minimal yang ada saat ini, yaitu 1024 x 768 atau 1280 x 720.
Kelebihan:
- Ukuran kecil
- Baterai dan speaker internal
Kekurangan:
- Resolusi tampilan terbatas