Selamat Datang ,Dan Selamat Membaca, Enjoyy :)

Wednesday, 2 October 2013

Samsung Investasikan Dana $4 Juta di PowerbyProxi

Power-By-Proxi-Smartphone-solution-1-380x181

Untuk mewujudkan kemudahan pengisian baterai tanpa kabel, Samsung menginvestasikan dana sebesar $4 juta di sebuah perusahaan bernama PowerbyProxi. PowerbyProxi sendiri merupakan perusahaan asal Selandia Baru yang menghadirkan berbagai revolusi dalam wireless power dan solusi wireless charging baik untuk konsumen perorangan maupun industri. PowerbyProxi mewujudkan keinginan banyak pihak yang menginginkan kepraktisan dan efisiensi dengan menciptakan sebuah piranti khusus untuk mengisi baterai piranti, tanpa perlu menyambungkan dengan charger kabel. Dengan sumber tenaga berbentuk tatakan atau power pad, Anda cukup meletakkan smartphone atau tablet di atasnya dan otomatis baterai piranti akan terisi.

Meskipun bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut di mana ada nama terkemuka seperti Qualcomm, Fulton Innovations dan WiTricity yang juga mengembangkan teknologi yang sama,  Samsung melirik perusahaan ini dan menanamkan modal yang cukup besar untuk mendukung perkembangan teknologi wireless charging tersebut. Dalam riset yang dilakukannya, Samsung menilai bahwa PowerbyProxi merupakan pemimpin dalam teknologi wireless power berdasarkan pada pengalaman, track record dan portofolio paten yang komprehensif. Awal tahun ini, PowerbyProxi juga telah bergabung dengan Wireless Power Consortium yang berada di belakang standar Qi. Starbucks merupakan salah satu perusahaan yang akan memanfaatkan teknologi wireless power ini di kedainya sehingga memudahkan pelanggannya mengisi piranti saat sedang berada di sana.

proxi-smartphone-app

Selain investasi dari Samsung, PowerbyProxi juga mendapatkan dukungan investasi dari berbagai pihak hingga mendekati $20 juta. Dan dengan bantuan dari Samsung nampaknya memberikan sebuah momentum berharga bagi perusahaan ini. Dari kerjasama strategis ini, Samsung akan mendapat lisensi teknologi daya nirkabel PowerbyProxy sehingga bisa digunakan di produk consumer electronic dan piranti rumah tangga dari Samsung. Investasi dari Samsung datang dari Samsung Ventures Investment Corporation (SVIC) dan ini merupakan pengumpulan investasi putaran ketiga dari PowerbyProxi. Penanaman modal dari Samsung ini juga menandai keterlibatan Samsung yang pertama dalam industri wireless power. Menurut CEO dan ketua PowerbyProxi, Greg Cross, investasi dari Samsung tidak akan memengaruhi kebebasan PowerbyProxy sebagai perusahaan sendiri, juga roadmap pengembangan produknya.

Dengan tujuan untuk mendukung sebanyak mungkin komponen piranti elektronik dan industri semampu yang bisa dilakukan, Cross juga menyatakan bahwa kerjasama secara terbuka ini merupakan kemauan Samsung sendiri karena Samsung dikenal sebagai suplier komponen untuk berbagai pemain, bahkan bagi kompetitornya sendiri seperti Apple. Lewat senior investment manager Samsung Ventures America, Michael Pachos yang dengan kerjasama ini akan bergabung dengan jajaran direksi PowerbyProxi, Samsung yakin bahwa transfer daya secara nirkabel akan menjadi hal yang signifikan untuk mengubah cara konsumen menggunakan dan berinteraksi dengan piranti mereka baik di rumah maupun saat bepergian.

Thailand Melompat Jauh Perbarui Teknologi Broadband

Badan regulasi telekomunikasi pemerintah Thailand (NBTC) tengah mempertimbangkan melewatkan teknologi mobile 4G dan malah langsung melompat ke Long Term Evolution-Advance (LTE-A) 4.5G.

thai

Teknologi jaringan generasi selanjutnya dari LTE 4G itu yang saat ini sedang gencarnya dihadirkan di negara maju, seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Australia. Biasanya, negara-negara maju tersebut sebelum masuk ke ranah LTE-A akan lebih dulu menghadirkan teknologi 4G bagi pelanggannya.
Bisa jadi, Thailand menjadi satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang pertama kali hadirkan teknologi tersebu dibanding negara lainnya, termasuk Indonesia yang baru berencana beralih ke 4G.

NBTC berencana ingin melelang band 25MHz dari spektrum 1800MHz yang sebelumnya digunakan bersama oleh True Move dan Digital Phone dan 17,5MHz dari spektrum 900MHz yang digunakan oleh AIS. Kedua frekuensi itu rencananya akan dilelang pada September mendatang.

Itu dilakukan guna menawarkan infrastruktur jaringan 4.5G dengan menggunakan LTE-A kepada pihak ketiga. Dengan begitu, operator setempat dapat menggunakan spektrum 900MHz dan 1.8GHz secara bersama-sama guna memberikan konektivitas LTE-A bagi pengguna mobile broadband.
“Jika kita datang dengan resolusi menggunakan tingkatan paket, Thailand bisa lansung melompat ke mobile broadband 4.5G dan melewatkan teknologi 4G,” kata ketua komite telekomunikasi NBTC, Col Settapon Malisuwan kepada media setempat, Bangkok Post.

Teknologi LTE-A ini pertama kali diluncurkan oleh dua operator terkemuka di Korea Selatan, SK Telecom dan KT. Sementara Telestra Australia juga berencana menghadirkan teknologi tersebut pada akhir tahun nanti. Kecepatan internet di jaringan LTE-A dipercaya mampu menawarkan dua kali lebih cepat dari 4G biasa, yakni mencapai 150 Mb/s.

Yang jadi pertanyaannya adalah, siap kah penduduk Thailand beralih ke smartphone pendukung jaringan 4.5G. Pasalnya, harga smartphone yang berjalan di jaringan LTE-A bisa jauh lebih mahal dari 3.5G maupun 4G. Sekedar informasi, Samsung Galaxy S4 dengan chip khusus LTE-A memiliki harga sekitar US$ 770 atau setara Rp 8,8 juta. Semoga saja tidak menjadi “Pedang Bermata Dua”.

Forza Horizon Dapatkan Screenshot Terbaru




Setiap platform yang hidup di industri game tentu memiliki sebuah judul game eksklusif, bahkan dari setiap genre yang ada. Untuk racing bertipe simulation, persaingan terberat datang dari dua kubu Sony dan Microsoft. Sang konsol hitam – Playstation 3 diperkuat dengan Gran Turismo yang selalu datang dengan kualitas yang superb, sementara XBOX 360 memiliki Forza Motorsport yang tidak kalah bersaing. Namun keduanya hampir selalu datang dengan mekanisme gameplay yang serupa satu sama lain, bahkan terkesan monoton. Hingga Forza datang dengan sebuah inovasi baru yang pantas untuk diantisipasi – Forza Horizon.

Apa yang membuat seri Horizon ini begitu berbeda dibandingkan seri Forza sebelumnya? Walaupun tetap mempertahankan visualisasi dan physics permainan yang realistis, Anda akan terlibat dalam sistem baru yang tentu saja akan membuatnya lebih menarik. Daripada sekedar memacu kendaraan di sirkuit, Anda kini akan dihadapkan pada dunia bersifat open-world, di sebuah setting yang disebut sebagai Horizon Festival. Anda akan bertemu dengan beragam AI di dunia open-world ini dan dapat terlibat lomba secara real-time.

Sang developer – Playground Games bekerja sama dengan Turn 10 Studios memberikan beberapa screenshot terbaru untuk memberikan sedikit gambaran untuk seri terbaru ini.



















Forza Horizon sendiri akan dirilis pada 23 Oktober 2012 mendatang, eksklusif untuk XBOX 360. Konsep yang baru tentu menjadi alasan ekstra untuk menantikan kehadiran seri terbaru ini.

 
 

FIFA 14 Alami Penurunan 24% dari Seri Sebelumnya


Penjualan game sepak bola andalan EA, FIFA 14, memang masih menjadi yang terdepan di negara pecinta bola, Inggris. Namun, walaupun menjadi yang terdepan, penjualan game tersebut tetap saja kurang memuaskan bagi EA. Mengapa? Berdasarkan Chart-Track, perusahaan yang mengamati penjualan terkait dunia hiburan di Inggris Raya, angka penjualan FIFA 14 ternyata menurun 24% dibandingkan seri sebelumnya, FIFA 13!

FIFA14-EA-Sports

Penurunan 24% tersebut merupakan penurunan angka penjualan terjadi di minggu pertama penjualan game tersebut. Secara tidak langsung, hal itu menunjukkan bahwa FIFA 14 di PC, PlayStation 3, Xbox 360 dan Wii ternyata tidak berhasil memberi EA kesuksesan yang setara dengan seri sebelumnya.

Berdasarkan Chart-Track, terdapat dua hal yang mungkin saja mempengaruhi penjualan FIFA 14 tersebut. Salah satunya adalah terlalu dekatnya perilisan FIFA 14 ini dengan game populer dari Rockstar, Grand Theft Auto 5. Tampaknya sebagian gamer di Inggris telah menghabiskan uang mereka untuk membeli game itu sehingga FIFA 14 tidak berhasil mencatatkan pendapatkan setinggi FIFA 13.

Selain itu, Chart-Track juga berpendapat bahwa akan segera dirilisnya console next-generation juga menjadi pendorong mengapa FIFA 14 tidak berhasil setidaknya menyamai pendahulunya tersebut. Banyak gamer yang tampaknya memilih untuk menunggu FIFA 14 di console next-generation, yang kabarnya akan menggunakan engine baru. Hal itu tentunya berpengaruh pada penjualan game sepak bola tersebut di platform yang ada saat ini.

Berdasarkan apa yang disimpulkan Chart-Track tersebut, bisa jadi bila pendapat tersebut benar, FIFA 14 akan mengalami peningkatan penjualan saat console next-generation, PlayStation 4 dan Xbox One, dirilis pada bulan November. Lalu, apakah pendapat tersebut benar? Mari kita tunggu saja!

Inilah Komentar Bos Crytek Atas Resolusi 900p di Ryse: Son of Rome


Beberapa waktu lalu, Microsoft sempat memberikan pernyataan terkait resolusi 900p yang akan digunakan di salah satu game yang disiapkan untuk Xbox One, Ryse: Son of Rome. Cevat Yerli, bos Crytek, developer dari game tersebut akhirnya memberikan komentarnya terkait penggunaan resolusi 900p, bukan 1080p seperti yang didukung oleh Xbox One, tersebut.

Ryse Son of Rome

Yerli menyatakan, penggunaan resolusi 900p di Ryse akan tetap memberikan sensasi Full HD karena game tersebut memanfaatkan fitur “upscaler” yang ada di Xbox One. Berdasarkan dari sederetan Tweet di akun pribadinya, Yerli juga menyatakan bahwa resolusi 900p tersebut dipilih karena mempertimbangkan aspek performa dan sumber daya yang tersedia tanpa perlu mengorbankan hal-hal lain.

Terkait kekhawatiran banyak pihak akan kualitas grafis Ryse, Yerli meyakinkan bahwa pihaknya tidak mengorbankan kualitas grafis dari game itu dengan memilih untuk menggunakan resolusi 900p. Justru, dibandingkan dengan demo yang pernah dipertontonkan sebelumnya, Ryse yang ada saat ini telah memiliki segudang peningkatan, termasuk juga dari sisi grafis.

Ryse

Selain itu, Yerli juga mencoba menjawab pertanyaan dari salah satu pengikutnya terkait resolusi yang akan digunakan seandainya game tersebut dikembangkan untuk PlayStation 4. Menurutnya, seandainya hal itu terjadi, pihak Crytek tetap akan mengambil langkah yang sama karena alasan efisiensi dan hasil akhir dari game tersebut tetap akan memberikan sensasi Full HD.

Apakah nantinya perkataan dari Yerli terkait kualitas grafis dari Ryse tersebut benar-benar menjadi kenyataan, terlebih lagi Crytek memang dikenal sebagai perusahaan yang banyak mengedepankan kualitas grafis melalui Cry Engine mereka? Mari kita tunggu saja saat peluncuran game tersebut bersama dengan Xbox One nanti!