Selamat Datang ,Dan Selamat Membaca, Enjoyy :)

Thursday, 4 November 2010

Merpati Incar Rute Ke Dili

Jakarta - Seiring dengan pembukaan resmi rute ke Dili hari Senin (1/11), Merpati Nusantara berniat membuka rute sebanyak-banyaknya ke negara Timor Leste itu.
Wakil Direktur Utama Merpati, Adhy Gunawan mengatakan, pihaknya menginginkan mendapatkan jatah sekitar tujuh penerbangan dari 14 yang disediakan rute Jakarta-Denpasar-Dili. Rute itu akan dilayani Merpati dengan armada Boeing 737-300.
Selain itu peluang rute lainnya Surabaya-Kupang-Dili, Makassar-Dili serta Darwin-Kupang-Dili akan dilayani dengan MA-60 pesawat turboprop buatan Cina. Untuk rute terakhir menurut Direktur Komersial Merpati, Tony Aulia Achmad harus dilakukan kesepakatan terlebih dahulu dengan pemerintah Australia.
Maskapai lain yang berminat rute ke Dili selain Merpati adalah Metro Batavia. Rencananya akan dilayani dengan Airbus A319 dan Batavia berharap juga mendapatkan tujuh penerbangan. (TGC)

AeroCentury Tarik Pesawatnya Dari Riau Airlines

Jakarta-AeroCentury menarik dua unit Fokker F50 miliknya dari Riau Airlines karena tidak melunasi hutang sewa pesawat. Kedua pesawat itu sekarang berada di Pondok Cabe setelah diterbangkan dari Sultan Syarif Qasim II dan Ngurah Rai.

Kedua pesawat itu disewa oleh Riau Airlines selama tiga tahun dan selalu terlambat dalam membayar sewanya. Akhirnya AeroCentury memutuskan melarang penggunaan kedua Fokker F50 sebelum kewajibannya dilunasi sejak Februari 2010 lalu. AeroCentury juga membawa permasalahan ini ke pengadilan dengan tuntutan pembayaran senilai US$755,180 dan deposito perawatan pesawat sebesar US$729,740.

Meskipun sudah ditarik, tuntutan tersebut jalan terus di PN Jakarta Pusat karena pembayaran belum dilakukan dan direncanakan sidang perdana dilakukan hari Rabu depan (28/10). Penarikan itu atas sepengetahuan Riau Airlines dan menurut AroCentury perawatan kedua pesawat itu tidak dirawat dengan semestinya.

Berita terakhir, Riau Airlines menghentikan kegiatan usahanya karena tidak ada armada pesawat yang bisa dioperasikan menyusul krisis keuangan yang membelit perusahaan itu. Pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan, selama sebulan lebih Riau Airlines tidak lagi melayani penumpang, baik rute penerbangan domestik maupun internasional.

Dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, sedikitnya Riau Airlines melayani dua rute penerbangan masing-masing Pekanbaru-Tanjung Pinang dan Pekanbaru-Melaka, Malaysia, setelah tiga rute domestik lain ditutup karena ketiadaan armada. Terhadap kenyataan ini biro perjalanan yang bermitra dengan Riau Airlines mulai mendesak maskapai itu untuk segera mengembalikan uang deposit yang dititipkan
.(SS)

Bandara Halim Perdanakusuma Akan Dioptimalkan Menjadi Bandara Domestik

Jakarta - Pemerintah memutuskan Bandara Halim Perdanakusuma akan dioptimalkan kembali penggunaannya untuk penggunaan pesawat penumpang komersial dalam upaya mengurangi beban yang saat ini dialami bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Juru bicara Wapres Yopie Hidayat usai mengikuti rapat membahas keamanan perhubungan laut, darat dan udara yang dipimpin Wapres Boediono yang juga dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, bahwa beban bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah sangat padat sehingga perlu dicarikan alternatif dengan mengoptimalkan kembali bandara Halim Perdanakusuma.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan langkah jangka pendek untuk mengurangi beban bandara Soekarno-Hatta dan untuk itu aturannya sedang disiapkan. Beban bandara Soekarno-Hatta sudah melampaui batas mengingat jumlah penumpang per tahun mencapai 30 juta per tahun, dan tahun depan diperkirakan bisa mencapai 40 juta penumpang, dari kapasitas 22 juta penumpang per tahun.

Perubahan fungsi bandara Halim ini merupakan salah satu langkah yang diminta Wapres Boediono dalam meningkatkan keselamatan transportasi udara. Sementara rencana perluasan bandara Seokarno Hatta baru bisa diwujudkan pada 2013-2015, karena masih memerlukan pembebasan lahan. Wapres menugaskan instansi terkait untuk melakukan negosiasi dengan TNI Angkatan Udara dan instansi lainnya untuk membuka penerbangan komersial di Halim Perdanakusuma itu.
(SS)

Ngurah Rai Akan Tambah Terminal

Kuta- Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali menderita kepadatan jumlah penumpang karena itu AP I akan berniat menambah dan memperluas terminal yang ada sekarang. Sebagai contoh kapasitas terminal domestiknya yang hanya mampu menampung 1,5 juta orang per tahun harus dijejali 4,6 juta penumpang per tahunnya.

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo, pihaknya akan menambah terminal Ngurah Rai Bali dari posisi sekarang 13.000 meter persegi untuk terminal domestik dan 68.000 meter persegi untuk terminal internasional menjadi 126.000 meter persegi dalam 2,5 tahun ke depan.

Rencananya, terminal penumpang internasional akan digunakan untuk terminal domestik. Adapun, kawasan parkir kendaraan dan sebagian parkir pesawat terbang yang saat ini ada, akan diubah sepenuhnya untuk terminal penumpang internasional baru. Desain terminalnya akan menggunakan bentuk piramida yang meniru bentuk sistem pengairan khas Bali, yakni Subak.

Harapannya penambahan terminal penumpang ini akan menambah daya tampung penumpang internasional dari posisi sekarang sebanyak 5 juta per tahun menjadi 12 juta hingga 13 juta penumpang per tahun.

Untuk membangun terminal tambahan itu diperlukan investasi sekitar Rp 2 triliun. Angkasa Pura I merencanakan akan menggunakan modal sendiri sekitar 50 persen dari total kebutuhan investasi itu, dan selebihnya akan mencari pembiayaan dari bank. Tapi tentu pembangunan proyek terminal baru ini tetap harus menunggu ijin dari pemerintah sebagai pemegang saham Bandara Ngurah Rai.
(SS)

Wednesday, 22 September 2010

Mandala Wajib Tambah Pesawat


Jakarta - Mandala Airlines wajib menambah pesawat mengingat jumlah pesawat yang ada hanya lima unit dan semuanya berstatus sewa. Hal ini disebabkan karena Mandala banyak mengembalikan pesawat kepada lessor dengan alasan tarifnya terlalu mahal.

Menurut UU No.1 2009, setiap maskapai wajib memiliki 10 pesawat dengan lima diantaranya milik sendiri dan untuk memenuhi kewajiban ini Mandala berencana telah memesan sebanyak 25 unit tipe Airbus A320 pada tahun depan. Jika regulasi ini gagal dipenuhi Mandala pada akhir 2011, maka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menurunkan status Mandala menjadi maskapai charter atau menggabungkan dengan maskapai lain awal 2012.(
TGC)