Selamat Datang ,Dan Selamat Membaca, Enjoyy :)

Friday, 12 November 2010

Target Pendapatan GMF Meleset

Jakarta - Target pendapatan GMF Aeroasia meleset dari yang diperkirakan US$180 juta menjadi hanya US$144 -150 juta pada tahun ini. Hal ini dikemukakan Direktur Utama GMF, Richard Budihadianto dan ia juga mengemukakan melesetnya target karena rentetan krisis ekonomi pada tahun 2008 yang baru mengenai bisnis perawatan pesawat terbang setelah sebelumnya menerjang terlebih dahulu maskapai.
Maskapai pada pertengahan 2009 banyak yang mengurangi operasional pesawat akibat menurunnya arus penumpang sehingga berimbas kurangnya order bagi bengkel perawatan pesawat pada tahun berikutnya. Ditambah lagi penurunan pendapatan dari perawatan armada Garuda sebagai klien utama GMF. Salah satunya adalah peremajaan armada Boeing 737 dari seri klasik ke seri NG. Sebagaimana diketahui biaya perawatan pesawat baru lebih murah daripada biaya perawatan pesawat lama. (TGC)

Sriwijaya Pesan E-jet


Jakarta- Sriwijaya memesan pesawat regional Embraer (E-Jet) sebanyak 20 unit, 10 unit dari tipe E-175 dan 10 unit dari E-195. Pesanan senilai US$ 810 juta ini ditandatangani hari Rabu (10/11) dengan pengiriman tahap pertama sebanyak 10 unit yang datang pada pertengahan tahun 2012.
Menurut Presiden Direktur Sriwijaya Chandra Lie, pembelian E-Jet tersebut akan dipergunakan untuk rute jarak pendek, penerbangan sampai ke kabupaten. E-175 berkapasitas 90 kursi dan E-195 berkapasitas 105 kursi dan dengan pesawat ini, Sriwijaya mengharapkan akan mendukung layanan hub di daerah-daerah. Masing-masing sebanyak 4 unit ditempatkan di Sumatra, NTT, Bali dan masing-masing sebanyak 2 unit ditempatkan di Ambon, Kalimantan serta sisanya di Papua.
Selain E-Jet, Sriwijaya juga telah memesan 20 unit Boeing 737-800NG. Pesawat ini direncanakan akan melayani rute ke Melbourne, Xiamen dan Guangzhou. Sebanyak tiga unit pesanan pertama akan hadir tahun depan sehingga diharapkan seluruh pesawat telah lengkap pada tahun 2014.


Batavia Terbangkan Jamaah Haji



Jakarta - Tahun ini, cita-cita Batavia Air melayani penerbangan jamaah haji tercapai sudah. Batavia Air mengangkut jamaah haji plus asal Balikpapan ke Jeddah.
Menurut pernyataan Direktur Niaga Batavia, Hasudungan Pandiangan di Jakarta, Batavia Air melakukan penerbangan itu pada pukul 04.05 WIB dengan menggunakan Airbus A330. Sebelumnya mulai tanggal 27 Oktober, Batavia juga telah menerbangkan jamaah haji plus yang lain dari Bandara Soekarno-Hatta.
Batavia Air sebenarnya baru memiliki rute ke Jeddah dan Riyadh belum lama tepatnya bulan Mei 2010. Tapi persiapan yang dilakukan Batavia terbukti sudah matang dan terbukti telah berhasil mewujudkan penerbangan haji pada tahun ini pula. (TGC)

Sunday, 7 November 2010

Friday, 5 November 2010

Qantas Grounded A380 Miliknya

Melbourne - Qantas terpaksa meng-grounded seluruh armada Airbus A380 setelah salah satunya mengalami insiden kerusakan mesin serius di atas Batam kemarin (4/11). Hal ini diungkapkan oleh CEO Qantas Alan Joyce bahwa Qantas akan menangguhkan seluruh layanan penerbangan A380 sampai persyaratan keselamatan dipenuhi dan ini tentunya akan memakan waktu.
Mesin No.2 Flight QF32 rute Singapura-Sidney meledak di atas Batam dan puing-puingnya jatuh berserakan. Pilot memutuskan kembali ke Changi dan penumpang yang berjumlah 433 orang dan 26 crew selamat. Diketahui Qantas memiliki enam unit A380 Super Jumbo tapi insiden ini tidak menyebabkan seluruh maskapai yang memiliki A380 meng-grounded pesawat miliknya.
Jubir Airbus, Sean Lee mengatakan masih belum mengetahui mengapa mesin No.2 A380 Qantas itu meledak, tapi Airbus dan Rolls & Royce akan melakukan penyelidikan bersama dengan otoritas Singapura dan Indonesia. Sehubungan dengan itu Menhub Freddy Numberi menyatakan pemerintah Indonesia akan membantu penyelidikan dan menyerahkan seluruh puing-puing yang jatuh di Batam. (TGC)