Jika kita membicarakan salah satu pesaing terkuat untuk merebut tampuk pimpinan sebagai game terbaik di tahun 2013 ini, maka nama Bioshock Infinite tentu saja tidak bisa dipisahkan dari kandidat terkuat. Proyek Irrational Games yang sudah lama dinantikan ini memang membuat begitu banyak formula yang membuatnya mudah dicintai. Desain karakter yang “kaya”, cerita yang mengagumkan, dan keberhasilan untuk mengadopsi mekanik gameplay yang kuat menjadi sedikit dari begitu banyak alasan yang membuat game ini memesona. Sisi plot-nya sendiri saja sudah cukup untuk menghasilkan serangkaian perdebatan dan diskusi serius di industri game, membicarakan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Ken Levine lewat kehadiran kota utopia – Columbia ini.
Sayangnya, terlepas dari penutup cerita yang manis ini, Bioshock Infinite masih menyimpan segudang tanda tanya besar, misteri-misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan. Dengan dijanjikannya kehadiran setidaknya tiga DLC sejak rilis, banyak gamer yang berharap bahwa titik terang untuk pertanyaan ini akan terbuka. Sayangnya, tidak. Irrational justru punya kejutan baru. Lewat konfirmasi kehadiran DLC cerita – Burial at Sea yang akan terbagi dalam dua episode terpisah, gamer akan dibawa ke kota utopia lainnya – Rapture, setting utama yang menjadi pondasi cerita Bioshock 1 dan 2. Bedanya? Selain bertemu dengan karakter-karakter ikonik yang mungkin tidak asing lagi bagi Anda yang mengenal franchise ini lebih awal, kombinasi dua karakter Infinite – Booker dan Elizabeth juga tetap dihadirkan di sini.
Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh DLC Burial at Sea Eps. 1 ini? Apakah ia berhasil menjadi katalis yang semakin menyempurnakan pengalaman Infinite atau justru membuatnya lebih buruk? Review ini akan membahasnya lebih dalam.
Plot
Anda
tetap akan berperan sebagai Booker Dewitt, seorang detektif yang
tinggal di Rapture. Satu hari sebelum hari bersejarah Rapture, seorang
wanita misterius bernama Elizabeth menemuinya.
Anda masih akan berperan sebagai Booker Dewitt – seorang detektif yang tiba-tiba kedatangan seorang tamu wanita manis bernama Elizabeth, tepat di tanggal 31 Desember 1958, yang memang menjadi tanggal ikonik di semesta franchise Bioshock secara keseluruhan. Elizabeth meminta Dewitt untuk mencari seorang anak perempuan bernama Sally yang hilang misterius. Terlepas dari kepercayaan Dewitt bahwa Sally sudah tewas, Elizabeth menyakinkan bahwa sosok anak perempuan ini masih hidup dan sehat. Yang mereka butuhkan saat ini hanyalah mencari orang yang mengetahui lokasi Sally yang sebenarnya. Salah satu yang menyimpan rahasia ini? Sang seniman eksentrik – Sander Cohen.
Misterius, Elizabeth meminta bantuan Dewitt untuk menemukan seorang anak perempuan bernama Sally.
Elizabeth
sendiri tidak pernah membicarakan motif di balik aksinya ini. Lewat
informasi Cohen – sang seniman nyentrik, Dewitt menemukan sedikit titik
terang soal lokasi Sally.
Menuju ke gudang Fountaine, Dewitt bertemu dengan rahasia yang mengejutkan.
Let the action begins!
Menikmati Rapture yang Damai!
Selamat datang di Rapture!
Ini menjadi kesempatan pertama Anda untuk menikmati Rapture yang masih utuh dan damai.
Karakter-karakter ikonik dan desain yang sudah pasti tidak akan asing lagi bagi Anda yang sempat mencicipi Bioshock 1 dan 2.
Mekanik
gameplaynya sendiri tidak banyak berbeda. Anda tetap akan bertempur
dengan senjata api dan Plasmid yang menawarkan kekuatan khusus tertentu.
Elizabeth juga masih akan berperan sebagai baby sitter Anda ketika dibutuhkan.
Lebih
menantang memang. Splicer yang mampu menghasilkan damage yang
signifikan dan peluru terbatas menawarkan kesulitan tersendiri.
Namun
Bioshock Infinite tidak pernah menjadikan gameplay sebagai nilai jual
utama. Seperti sang seri pertama, Anda akan dihadapkan pada plot yang
luar biasa.
The Other Comstock
*Contain Spoilers – Bioshock Infinite and Burial at Sea Ending – Proceed with caution!*
Constant and Variables
dua entitas yang sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan karakter di Infinite, dimana mereka berdua hidup dan berinteraksi pertama kalinya di Rapture. Namun siapa yang menyangka, persepsi ini ternyata salah besar. Burial at Sea adalah sekuel langsung dari Bioshock Infinite sendiri. Bagaimana bisa?
Di ending Infinite, Elizabeth akhirnya menghancurkan eksistensi sang musuh utama – Comstock di semua semesta dengan cara menenggelamkan Booker. Ini berarti, tidak akan pernah ada lagi Colombia dan tidak ada lagi seorang nabi delusional bernama Comstock. Tetapi anehnya, Burial at Sea seolah “menyangkal” ending ini sendiri dengan mengungapkan fakta bahwa Booker yang Anda mainkan di DLC ini sebenarnya merupakan Comstock di semesta Infinite yang berbeda. Menariknya lagi? Elizabeth yang menemui Anda adalah Elizabeth sama yang menemani perjalanan Anda di Bioshock Infinite original. Lantas mengapa Comstock yang satu ini hidup dari aksi Elizabeth sebelumnya? Mengapa Elizabeth memburunya?
Mengejutkan
memang, Alih-alih menawarka sebuah semesta yang benar-benar berbeda,
Burial at Sea justru bisa dilihat sebagai sekuel langsung dari Infinite.
Sebuah cerita tentang upaya Elizabeth untuk menghancurkan semua
Comstock yang ada. Termasuk Booker yang Anda gunakan.
Tidak
sengaja membunuh Elizabeth dari usaha penculikannya, Comstock dari
semesta ini tidak pernah membagun Columbia. Penyesalannya membuatnya
meminta kedua Luteces untuk menghapus ingatan dan melemparkannya ke
dunia yang baru sebagai Booker, yang notabene merupakan Rapture yang
Anda kunjungi. Oleh karena itu, ia tidak terpengaruh oleh aksi Elizabeth
di ending Infinite original.
Elizabeth tampaknya sangat mengerti bahwa masih ada satu Comstock yang tidak hilang karena aksinya di ending Infinite. Mengapa bisa? Karena progress karakternya yang justru berkebalikan dengan Comstock-Comstock yang lain. Comstock yang Anda mainkan ini sempat melewati proses penculikan Elizabeth masa kecil dari Booker, seperti Infinite. Hanya saja, Elizabeth ini tidak kehilangan jari. Elizabeth dari semesta berbeda ini justru dan meninggalkan perasaan bersalah yang begitu kuat. Comstock pun menyesal dan meminta kedua Lutece untuk menghapus memorinya dan mengirimnya ke sebuah dunia yang berbeda, dan terlahir kembali sebagai Booker Dewitt. Booker Dewitt yang hidup di Rapture dan ditemui oleh Elizabeth kita.
This not the Elizabeth that you used to know..
Kesimpulan
Burial
at Sea berhasil membuktikan diri sebagai DLC yang pantas untuk dijajal
bagi gamer yang sudah mencicipi Bioshock Infinite dan Bioshock pertama
pastinya. Sementara bagi Anda yang baru mengenal Infinite saja, sensasi
yang ia tawarkan tidak sehebat mereka yang sudah lama mengenal Rapture
di masa lalu.
Bagi pedang bermata dua, plot yang ditawarkan oleh Burial at Sea ini bisa dilihat sebagai kelemahan tersendiri, apalagi bagi mereka yang merasa bahwa ending Infinite sendiri sudah cukup untuk menutup perjalanan dua karakter ini. Kurangnya inovasi di gameplay, selain kehadiran musuh dan perubahan nama elemen di dalamnya juga menawarkan dilema yang sama. Namun satu yang harus diakui sebagai kelemahan, DLC ini mengusung waktu gameplay yang terhitung sangat singkat, bahkan terkesan buru-buru untuk diselesaikan. Walaupun harus diakui, esensi cerita yang ingin disampaikan Irrational tetap tertangkap dengan baik.
Namun di luar kelemahan ini, Burial at Sea berhasil membuktikan diri sebagai DLC yang pantas untuk dijajal bagi gamer yang sudah mencicipi Bioshock Infinite dan Bioshock pertama pastinya. Sementara bagi Anda yang baru mengenal Infinite saja, sensasi yang ia tawarkan tidak sehebat mereka yang sudah lama mengenal Rapture di masa lalu.
Kelebihan
Visualisasi Rapture yang luar biasa.
- Perubahan karakter Elizabeth yang menyegarkan
- Desain Rapture yang memanjakan mata
- Plot yang diusung
- Atmosfer Rapture yang terbangun rapi
- Membangun antisipas yang kuat terhadap kehadiran Episode 2
Kelemahan
Untuk sebuah DLC yang sudah lama dinantikan, waktu gameplay yang ditawarkan terasa tidak sebanding.
- Waktu gameplay singkat
- Plot yang mungkin terasa “dipaksakan”
- Gameplay yang tidak menawarkan hal yang baru
Tidak cocok untuk gamer: yang belum menyelesaikan Bioshock Infinite, yang mencari konten DLC dengan waktu gameplay yang lama.
Game ini di-review dengan menggunakan Notebook Gaming Xenom Hercules
Intel Core i7 4700MQ (Base/Turbo: 2,4 GHz/3,4 GHz)
Chipset: Intel HM87
2x Radeon HD 8970M 4GB (CrossfireX)
32GB DDR3 @1333 MHz Dual Channel
2x mSATA SSD (RAID 0) + 7200 rpm HDD
17,3 inch @1920×1080 pixels
Windows 8
Catalyst 13.10 Beta
No comments:
Post a Comment