
Apa yang membuat sebuah konsol pendatang baru mampu sukses di industri game, yang memang harus diakui, memiliki persaingan yang cukup panas? Selain desain dan segudang fitur andalan, cara terbaik menjual produk seperti ini tentu saja menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh produk kompetitor, dalam kasus ini – game eksklusif. Game-game terbaik yang hanya akan dirilis di satu platform akan menjadi penentu keberhasilan di sisi penjualan. Namun langkah logis yang satu ini tampaknya tidak akan diterapkan oleh Valve. Menyambut kehadiran perangkat kerasnya – Steam Machines yang prototipenya sudah mulai masuk beta, Valve justru hadir dengan pernyataan mengejutkan.
Apa yang dibutuhkan Steam Machines, Steam OS, dan Steam Controller – tiga serangkai produk teranyar Valve untuk dapat sukses di pasaran? Setiap gamer tentu saja mempunyai satu jawaban yang sama: Half-Life 3. Valve hanya butuh memastikan game “legendaris” yang sudah lama dinantikan ini untuk dirilis secara eksklusif untuk platform baru ini, dan Steam Machines akan mudah menundukkan Playstation 4 dan Xbox One. Namun Valve tampaknya tidak tertarik dengan langkah strategis tersebut. Greg Coomer dari Valve, dalam wawancaranya dengan situs gaming IGN, menolak konsep penjualan seperti ini.

Berbeda
dengan kebijakan produsen platform lain yang berlomba-lomba menawarkan
game eksklusif untuk meningkatkan nilai jual, Valve justru tidak
tertarik menempuh kebijakan yang sama untuk Steam Machines dan Steam OS.
Lantas bagaimana Steam OS akan mampu bersaing dengan dua konsol next-gen terbaru dan sekaligus memisahkan identitasnya dari sebuah PC? Kita tunggu saja.
No comments:
Post a Comment